Apa Tubuh Hanya Membakar Kalori Saat Berolahraga?

Supaya kita tahu kemana perginya kalori yang terbakar setiap hari, memang paling cocok dijelaskan dengan Total Daily Energy Expenditure (TDEE). TDEE atau total pengeluaran energi harian adalah banyaknya energi (kalori) yang dipakai atau dibakar oleh tubuh kita setiap harinya. Hal itu dapat menjawab pertanyaan mengenai apakah tubuh hanya membakar kalori saat berolahraga. Jadi, simak baik-baik, ya!

Total pengeluaran energi harian ini terdiri dari empat komponen yang mempengaruhi seberapa banyak kalori yang terbakar setiap hari. Ada Resting Energy Expenditure (REE) atau biasa disebut juga Basal Metabolic Rate (BMR), Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT), Thermic Effect of Food (TEF), dan Exercise Activity Thermogenesis (EAT).

Pengeluaran Energi Saat Istirahat

Resting Energy Expenditure (REE) atau BMR adalah banyaknya energi yang dipakai oleh tubuh saat sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas fisik). Sebanyak 70% dari total kalori yang dibakar dalam sehari dipakai saat kita sedang bersantai dan saat kita tidur.

Ini bisa terjadi karena organ-organ di dalam tubuh masih terus bekerja untuk membuat kita tetap hidup. Semua proses kerja organ-organ tersebut memakai banyak kalori. Tidak heran kalau jumlah REE jadi pengeluaran energi terbesar dari total pengeluaran energi harian kita.

Tapi yang harus diingat, REE bukanlah satu-satunya komponen dalam energy expenditure. Ada juga komponen lain yang harus diperhatikan agar tubuh lebih banyak membakar kalori. Karena keempat komponen ini sejatinya adalah satu kesatuan.

Aktivitas Non-olahraga

Komponen kedua ada Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT). NEAT adalah banyaknya energi yang dikeluarkan saat kita melakukan aktivitas fisik rutin yang bukan tergolong olahraga. Ini termasuk jalan kaki, membereskan rumah, memasak, dan seterusnya. Terlihat biasa saja, tapi ternyata NEAT membakar hingga 15% dari total pengeluaran energi harian kita.

Dengan kata lain, cukup dengan aktif bergerak dan rajin mengerjakan aktivitas harian saja kita akan membakar cukup banyak kalori setiap harinya. Kita juga bisa meningkatkan NEAT dengan banyak cara. Main medsos sambil mondar-mandir misalnya, berjalan kaki ke warung, atau sekadar berkebun di rumah.

Pengaruh Termik Makanan

Komponen TDEE berikutnya adalah Thermic Effect of Food (TEF). TEF ini adalah banyaknya kalori yang dipakai saat makanan diproses oleh tubuh. Jadi, saat tubuh mencerna, menyerap, dan menyimpan energi yang diperoleh dari makanan, di saat yang sama ada kalori yang dibakar di sana.

Pengaruh termik makanan ini sendiri memakai 10% dari total pengeluaran energi harian kita. Banyaknya TEF dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita makan. Contoh, karbohidrat lebih mudah dicerna daripada protein. Karena itu protein memakai lebih banyak energi/kalori untuk dicerna.

Aktivitas Olahraga

Komponen terakhir yang membakar kalori di tubuh adalah Exercise Activity Thermogenesis (EAT), alias energi yang dikeluarkan selama kita berolahraga. Ada 5% dari total pengeluaran energi harian yang dibakar selama kita berolahraga. Walau hanya 5% dari total pengeluaran energi harian, bukan berarti kita bisa mengabaikan aktivitas olahraga. Berikut penjelasannya.

Dengan berolahraga dan melakukan resistance training, kita dapat meningkatkan komponen REE yang pertama tadi dengan meningkatkan massa otot tanpa lemak. Lebih banyak massa otot tanpa lemak, akan meningkatkan tingkat metabolisme alias meningkatkan REE atau BMR dan membakar lebih banyak kalori.

Nah, itu dia keempat komponen pengeluaran energi harian kita. Dengan memastikan kita melakukan empat komponen ini dengan rutin, maka kalori yang terbakar setiap hari juga bisa lebih maksimal.

Karena kita sudah paham soal TDEE dan komponennya, kita pasti ingin tahu juga bagaimana total pengeluaran energi harian kita sendiri. Ini termasuk bagaimana caranya supaya kita bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Ketahui lebih banyak informasi ini dengan bergabung bersama GGL dan member lainnya.

1

Share
GGL
© 2024 GGL