Kenali Diet Detoks dan Fakta-faktanya

Apa yang kita tahu saat membahas soal diet detoks? Bisa jadi yang terlintas di benak kita adalah kiat diet untuk membersihkan racun di dalam tubuh. Bisa juga yang kita ingat adalah suplemen atau teh detoks yang masih populer bahkan sampai sekarang. Diet yang populer selama satu dekade terakhir ini ternyata masih menimbulkan banyak pertanyaan.

Apakah benar-benar efektif untuk diterapkan? Lalu, apa aman bagi tubuh? Mari kita mengenal lebih banyak soal diet detoks.

Diet Detoks itu Seperti Apa?

Kalau dilihat dari klaimnya, selain membersihkan racun dan memperlancar sirkulasi darah, metode diet ini juga disebutkan dapat memberi istirahat pada organ tubuh.  Ini termasuk menyediakan asupan nutrisi yang sehat bagi tubuh.

Untuk melakukan diet yang satu ini, ada banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari memodifikasi pola makan, gaya hidup hingga kebiasaan sehari-hari. Beberapa jenis diet detoks bahkan mewajibkan kita untuk berpuasa dalam jangka waktu tertentu. Diikuti dengan mengonsumsi produk detoks seperti suplemen hingga obat pencahar yang diklaim dapat membantu membersihkan usus.

Hasilnya? Ada yang berhasil. Bahkan, merasa lebih baik setelah melakukan detoksifikasi.

Ini mungkin saja terjadi karena diet detoks memiliki pola dan aturan ketat yang harus diikuti. Sementara itu, untuk beberapa orang dengan pola makan kacau, mengikuti diet yang satu ini bisa saja membantu mereka memperbaiki pola makan. Namun, karena detoks ini adalah diet yang singkat, kemungkinan besar mereka akan kembali ke pola makan dan kebiasaan yang tidak sehat dulu.

Defisit Kalori Ekstrem

Diet detoks dilakukan dalam jangka waktu pendek tapi angka di timbangan cepat berkurang. Hal tersebut wajar terjadi. Sebab kita berpuasa dan tidak mendapat asupan makanan dengan gizi lengkap selama beberapa hari. Jelas berat badan akan berkurang karena kita mengonsumsi makanan jauh lebih sedikit dan melakukan defisit kalori ekstrem.

Berat badan yang berkurang ini pun bukan semuanya fat loss (berkurangnya lemak). Tapi terjadi juga kekurangan cairan, isi perut dan juga karbohidrat di dalam tubuh. Setelah kita tidak lagi melakukan diet ini, berat badan kita akan cepat bertambah kembali. Itu sebabnya jenis diet yang satu ini tidak bisa diandalkan untuk mendapat tubuh ideal dalam jangka waktu panjang.

Terlalu Banyak Efek Samping

Diet detoks mungkin bisa membuat kita terlihat lebih ramping, namun kita harus tahu kalau diet jenis ini memiliki efek sampingnya. Tubuh kita bisa dehidrasi, lemas, merasa sakit kepala, bahkan jatuh pingsan. Belum lagi batasan jenis makanan yang boleh dikonsumsi. Ada banyak nutrisi yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan memakan buah, sayur, dan minum air putih saja.

Berikutnya yang terjadi adalah sistem imun tubuh menurun. Tubuh tidak lagi punya kekuatan cukup untuk menghalau penyakit masuk. Alhasil kita pun jadi rentan dan mudah jatuh sakit. Tidak heran jika kemudian diet dengan metode ekstrem ini tidak dianjurkan untuk dilakukan. Karena risikonya yang terlalu besar bagi kesehatan kita sendiri.

Tidak hanya itu, diet ekstrem seperti ini juga berdampak buruk pada kesehatan emosional. Mulai dari menahan lapar berjam-jam hingga pantangan makanan bisa memicu terciptanya relasi yang buruk antara kita dan makanan. Relasi yang buruk dengan makanan bisa memicu risiko terjadinya malnutrisi, penyakit, bahkan berkembang menjadi stres dan depresi.

Membersihkan, Bukan Merampingkan

Memang harus diakui, diet detoks berkontribusi pada beberapa hal baik. Mulai dari membiasakan kita untuk makan makanan utuh dan sehat, minum lebih banyak air, termasuk mendisiplinkan diri dan membiasakan gaya hidup yang lebih sehat. Namun ada satu hal yang perlu kita ingat juga, diet ini untuk membersihkan, bukan berarti bisa dipakai untuk merampingkan badan.

Pada dasarnya, tubuh kita bisa melakukan detoksifikasi sendiri. Ada empat organ utama yang berfungsi untuk membersihkan racun dari tubuh. Paru-paru, hati, ginjal, dan usus. Jadi diet ekstrem seperti metode detoks tidak dianjurkan sebab tubuh secara alami akan melakukan proses detoksifikasi untuk membersihkan tubuh dari racun dan zat-zat yang sudah tidak diperlukan tubuh lagi.

Jadi, Apa Metode Detoks Ini Baik Dilakukan Saat Diet?

Tubuh sudah punya sistem detoksifikasi sendiri, berarti tidak perlu lagi diet detoksifikasi. Daripada menerapkan diet ekstrem, ada baiknya kita menerapkan pola makan yang baik dengan gizi seimbang bersama GGL. Tubuh jadi lebih sehat dan proses detoks alamiah pun jadi lebih lancar. Kita jadi punya gaya hidup lebih baik, dan bisa juga mendapat tubuh yang lebih ideal dan sehat.

0

Share
GGL
© 2024 GGL