Diet ala Korea, Amankah untuk Kesehatan?

Ngobrol soal diet ala Korea tidak bisa jauh-jauh dari K-Pop atau drakor. Idol dan selebriti asal Korea Selatan yang kita tonton ini umumnya melakukan diet ketat untuk menjaga badan agar tetap terlihat langsing saat tampil di TV.

Berangkat dari sinilah diet ala Korea lalu dikenal juga dengan sebutan K-Pop diet. Diet ini banyak digandrungi para penggemar dengan harapan bisa mendapat badan seperti artis dan idola mereka.

Diet dan Gaya Hidup Tradisional Korea

Sebelum membahas K-Pop diet yang diterapkan para selebriti Negeri Ginseng ini, ada baiknya kita bahas dulu tentang diet tradisional Korea.

Pola makan tradisional masyarakat Korea Selatan mengacu pada konsumsi makanan utuh dan fermentasi seperti kimchi. Selain itu, diet ini juga mengurangi konsumsi makanan olahan, serta makanan tinggi lemak dan gula.

Aturan diet ini dilakukan dengan anjuran-anjuran tertentu. Sayangnya, tidak dijelaskan secara spesifik persentase defisit kalori yang harus dilakukan selama diet. Umumnya porsi makan akan dikurangi hingga tubuh bisa beradaptasi dan kita tidak merasa kelaparan.

Berikut beberapa aturan yang wajib dilakukan selama menjalani diet ini:

1. Makan lebih sedikit dari biasanya

Tidak ada batasan kalori atau pengurangan porsi. Namun, disarankan agar memperbanyak sayuran, biji-bijian, dan ikan untuk memangkas kalori yang masuk ke tubuh, tapi tetap kenyang. Selain itu, tidak dianjurkan juga untuk ngemil karena ada risiko surplus kalori.

2. Olahraga secara rutin

Untuk olahraga bisa menggunakan K-Pop workout yang lebih banyak menggunakan bodyweight atau beban tubuh. Misal dengan melakukan dance atau gerakan seperti push up, plank, burpee, dan squat.

3. Membatasi penggunaan minyak

Hindari atau batasi mengonsumsi makanan yang berminyak. Selain itu, batasi bumbu lain seperti saus, salad dressing, atau sejenisnya yang kandungan kalorinya tinggi.

4. Menghindari makanan manis

Apa pun yang manis mulai dari minuman soda, kue, jus kemasan, hingga es krim harus dihindari karena cenderung tinggi kalori. Selain itu, risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung juga meningkat saat makan sesuatu yang manis berlebihan.

Manfaat Diet Ala Korea

Jika dilihat lagi, diet tradisional di atas tidak jauh berbeda dengan pola makan GGL. Perbedaannya terlihat pada program olahraganya. GGL menganjurkan kita untuk tetap aktif dan melakukan olahraga resistance. Program olahraganya pun sudah tersedia di aplikasi GGL.

Menjalankan diet ala Korea dianggap memiliki banyak manfaat. Itulah kenapa diet ini bisa dijalankan dalam jangka waktu lama dan menjadi gaya hidup. Berikut beberapa manfaat yang mungkin didapatkan.

  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Menurunkan risiko obesitas.
  • Menurunkan risiko penyakit kronis dan kematian.

Diet Ala Artis Korea

Diet ala artis Korea cukup berbeda dari diet tradisional di atas. Sayangnya, diet-diet artis Korea ini tidak dijelaskan secara gamblang. Umumnya pola makan ala artis ini diperoleh dari wawancara sehingga sulit untuk diketahui protokolnya dengan jelas.

Meski demikian, beberapa orang, terutama para penggemar tetap mengikuti dengan harapan memiliki body goal seperti artis idolanya. Berikut beberapa diet ala artis Korea yang banyak diikuti.

1. Diet IU

Diet IU dilakukan dengan hanya mengonsumsi apel (besar) untuk sarapan, 2 ubi untuk makan siang, dan protein shake untuk makan malam. Dengan menu makan ini, asupan nutrisi yang didapatkan hanya sekitar 500 kalori saja per hari.

Kebutuhan kalori ideal untuk wanita dewasa sekitar 1.600-2.400 per hari. Selanjutnya, defisit kalori idealnya 20-35% dari total kalori yang dibutuhkan tubuh. Artinya untuk melakukan defisit kalori dengan aman, kita harus mengonsumsi 1280-1560 kalori per hari.

Jika kita hanya makan sekitar 500 kalori sehari, defisit yang dilakukan jelas terlalu ekstrem. Dikhawatirkan kondisi malnutrisi bisa terjadi jika diet terus dijalankan. Apalagi jika kita juga aktif seperti IU yang adalah seorang penyanyi dan sering menari saat perform. Kita akan mudah merasa lemas karena kurang energi.

Selain itu, masalah kesehatan seperti meningkatnya risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan jantung juga berpotensi kita alami.

2. Diet Suzy

Diet yang dipopulerkan oleh Bae Suzy mengonsumsi 2 porsi dada ayam, 1 buah ubi, dan 1 gelas susu low fat untuk sarapan. Untuk makan siang berupa 1 mangkuk nasi cokelat dan salad. Terakhir untuk makan malam adalah 2 ubi.

Menu ini jika dihitung hanya memiliki 900-1.000 kalori saja. Ini masih kurang jauh dari batas defisit kalori yang aman untuk kita.

Antara diet tradisional dan diet ala artis Korea ini perbedaannya cukup signifikan. Jika diet tradisional bisa dijadikan bagian dari gaya hidup sehat seperti GGL, diet ala artis Korea justru sebaliknya. Konsumsi kalori yang terlalu sedikit serta variasi makanan yang itu-itu saja bisa membuat kita kurang asupan nutrisi.

Tidak salah kalau kita ingin badan ramping seperti idola kita, tapi memahami bahwa tubuh juga butuh asupan gizi yang cukup jauh lebih penting. Kita tetap bisa menurunkan berat badan tanpa harus melakukan defisit kalori ekstrem dan menahan lapar mati-matian.

Karena tubuh kita butuh energi untuk bergerak, beraktivitas, serta berolahraga, kita harus makan yang cukup. Bahkan saat sedang diet. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan menerapkan program pola makan dan olahraga dari GGL. Kita bisa belajar cara hidup sehat yang tepat.

1

Share
GGL
© 2024 GGL