Makanan Khas Lebaran dari Beras untuk Pengganti Nasi

Rasanya belum makan kalau tidak pakai nasi. Tidak heran kalau ada banyak makanan khas Lebaran dari beras yang bisa kita temukan selama Hari Raya Idul Fitri.

Budaya makan nasi ini memang kita banget. Bahkan data dari Statista menyebutkan ada 35,6 juta ton nasi yang dikonsumsi orang Indonesia dari tahun 2021-2022. Bagaimana nasi ini diolah saat Lebaran? Mari kita lihat sama-sama beberapa menu khas di bawah ini.

Makanan Khas Lebaran dari Beras untuk Pengganti Nasi

1. Ketupat

Ketupat jadi salah satu makanan khas Lebaran dari beras yang paling populer. Lebaran belum lengkap rasanya kalau tidak ada ketupat. Ketupat biasanya jadi teman santap menu khas Lebaran lainnya seperti opor ayam atau semur daging.

Ada banyak cara mengolah ketupat. Umumnya ketupat dibuat dengan menggunakan beras pulen agar teksturnya lebih lembut. Setelah direndam, beras dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa. Ketupat-ketupat yang sudah berisi beras ini lalu direbus sampai matang dan padat.

Kalori dan gizi ketupat (1 bungkus – 100 gram):

  • Kalori: 160
  • Karbohidrat: 30,36 gram
  • Protein: 3,27 gram
  • Lemak: 2,42 gram
  • Serat: 1,1 gram

2. Tape Ketan

Jika tidak ingin mengonsumsi nasi atau makanan berat lain saat Lebaran, kita bisa memakan kudapan khas Indonesia yang satu ini. Tape ketan adalah kudapan khas masyarakat Sunda dan Betawi. Kudapan ini dibuat dengan beras ketan, ragi tape, daun pandan, dan sedikit gula.

Sebelum dimasak beras ketan harus direndam cukup lama (sekitar 4 jam). Setelah direndam, nasi ketan dimasak hingga matang dan dipindah ke daun pisang. Ragi dan gula akan ditaburi setelah nasi dingin.

Berikutnya, nasi ketan ini akan dibungkus daun pisang lalu difermentasi selama 3-4 hari sebelum bisa disantap.

Nasi ketan sendiri ternyata memiliki manfaat baik bagi tubuh. Tinggi protein, vitamin, dan mineral. Nasi ketan disebutkan dapat membantu mencegah peradangan, risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, serta dapat meningkatkan kepadatan tulang dan metabolisme.

Kalori dan gizi tape ketan (putih, 1 porsi – 116 gram):

  • Kalori: 199
  • Karbohidrat: 44,01 gram
  • Protein: 3,78 gram
  • Lemak: 0,33gram
  • Serat: 1,7 gram

3. Lepet

Lepet adalah masakan khas Jawa yang juga menggunakan beras ketan. Umumnya lepet dikonsumsi sebagai camilan, dan sering kita temukan saat Lebaran.

Makanan yang satu ini dimasak dengan mencampur beras ketan, kelapa parut, serta kacang merah. Campuran ini akan dibungkus dengan daun kelapa lalu direbus. Variasi lepet yang lain memakai jagung di dalamnya.

Kalori dan gizi lepet (1 bungkus – 100 gram):

  • Kalori: 238
  • Karbohidrat: 51,64 gram
  • Protein: 4,49 gram
  • Lemak: 0,76 gram
  • Serat: 2,4 gram

4. Nasi Bambu

Seperti namanya, nasi bambu ini dimasak di dalam bilah bambu dengan dilapisi daun pisang. Ini salah satu masakan khas yang bisa kita temukan saat merayakan hari raya di Sulawesi atau Kepulauan Maluku. Nasi bambu juga dikenal dengan sebutan nasi Jaha.

Nasi bambu bisa dimasak dengan berbagai variasi, termasuk menambahkan daging di dalamnya. Tapi umumnya, makanan ini dimasak dengan campuran beras ketan dan beras biasa. Campuran ini dikukus setengah matang, lalu dikukus lagi dengan santan sebelum dipindah ke bambu.

Berikutnya, bambu ini dibakar agar nasi di dalamnya makin padat dan gurih.

Walau nasi bambu dibuat dengan campuran beras ketan yang kandungan lemaknya relatif rendah, kita harus ingat kalau makanan yang satu ini juga dimasak dengan santan. Dengan kata lain, kandungan lemaknya jadi cukup tinggi. Itu sebabnya tetap jaga porsi saat makan.

Kalori dan gizi nasi bambu (tanpa daging, 1 potong– 50 gram):

  • Kalori: 119
  • Karbohidrat: 25,82 gram
  • Protein: 2,24 gram
  • Lemak: 0,38 gram
  • Serat: 1,2 gram

5. Buras

Buras adalah salah satu makanan khas dari Sulawesi yang juga kerap dihidangkan saat Lebaran. Sifatnya seperti ketupat, digunakan sebagai pengganti nasi, dan disantap bersama menu Lebaran lainnya.

Buras dibuat dengan beras biasa yang dikukus setengah matang, lalu direbus lagi dengan santan hingga matang. Setelah matang dan pulen, nasi gurih ini lalu dibungkus dengan daun pisang, dan diikat dengan tali. Ini membuat buras jadi padat.

Kalori dan gizi buras (1 bungkus – 70 gram):

  • Kalori: 87,5
  • Karbohidrat: 16,72 gram
  • Protein: 1,36 gram
  • Lemak: 1,65 gram
  • Serat: 0,91 gram

lontong

6. Lontong

Berbeda dengan buras, lontong tidak memiliki rasa gurih. Ini karena lontong tidak dimasak menggunakan santan. Lontong dibuat dengan menggunakan beras putih lalu dibungkus dengan daun pisang dan direbus hingga matang.

Dari segi rasa, lontong sedikit mirip dengan ketupat. Bagi yang hendak menghindari konsumsi santan yang terlalu banyak selama hari raya, lontong atau ketupat bisa jadi opsi yang cocok.

Kalori dan gizi lontong (1 bungkus – 90 gram):

  • Kalori: 130
  • Karbohidrat: 44,01 gram
  • Protein: 3,78 gram
  • Lemak: 0,33gram
  • Serat: 1,7 gram

Selain makanan khas Lebaran dari beras, lauk-pauk yang disajikan selama hari raya umumnya banyak mengandung santan. Belum lagi makanan manis seperti kue kering, minuman yang banyak gula dan sirop, serta makanan dan minuman kemasan.

Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi makanan dan minuman ini selama hari raya, tetapi sebisa mungkin tetap jaga moderasi agar tidak kebablasan. Tapi, lebih baik lagi jika kita hanya mengonsumsi makanan utuh, rendah gula, dan menghindari makanan dan minuman olahan.

Jadi, jangan lupa install aplikasi GGL di handphone. Dengan begini kita jadi lebih mudah memeriksa kalori dan kandungan gizi menu Lebaran yang hendak kita santap.

0

Share
GGL
© 2024 GGL